Ratapan Seorang Pria yang Ingin Memanjangkan Rambutnya

Yang tadinya biasa rambut pendek, kemudian berniat untuk memanjangkannya, itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Ditengah perjalanan, kira-kira rambut baru sampai sekuping, pasti ada saja yang nyinyir. Mencerca, menghina, memaki, bahkan membully.

Semoga mamang diberi ketabahan dan keistiqomahan dalam menjalani tekad ini. Sampai benar-benar terealisasi memiliki rambut sepundak sebagaimana yang dicita-citakan. Aamiin…

Atuda tibaheula meni nggak kaur ๐Ÿ™„. Kudu dibotak lah, gak boleh panjang2 lah dan hambatan2 lainnya.

Padahal pengeeen… gitu ya, punya rambut panjang sekali seumur hidup mah. Meumpeung ngora kรฉnรฉh, terus didokumentasi, cukup. Buat kenang2an. Da ngeus kolot mah style-nya beda meureun, รฉra dรฉk kikituan tรฉh.

Emang gak risih mang, punya rambut panjang?

Lebih risih kรฉnรฉh kalo ketemu ustadz, suka digeunggeureuhkeun. Cua da ih! ๐Ÿ˜

Tapi wajar, akan selalu ada pro dan kontra. Yang lain boleh tidak setuju, tapi perlu diketahui bahwa memanjangkan rambut adalah hak asasi manusia. Selama tidak merugikan yang lain. Karena katika seseorang memanjangkan rambut, tidak otomatis membuat rambut orang lain menjadi pendek.

Dan setelah mamang analisis, rata-rata yang tidak setuju untuk memanjangkan rambut, adalah sebagian besar mereka yang berprofesi sebagai tukang pangkas rambut.

“Iraha mang dicukur, iraha mang dicukur, gila ih ta buuk…”

“Atu kumaha aing we, centรฉh!”

Iklan

Jangan Lewatkan Peluang Besar Itu

Semoga hari ini tidak hanya melelahkan, tapi juga berguna. Dunia dan akhirat

Ketika kita mampu meringankan beban orang lain, sesungguhnya kita sedang mempermudah jalan hidup sendiri

Sehingga dengan ini, kita akan selalu senang dan antusias ketika melihat kesempatan untuk berbuat baik. Kala mendapati saudaranya membutuhkan bantuan, kita anggap sebagai peluang emas

Karena sejatinya, Alloh yang maha baik sedang menginginkan kebaikan untuk kita

Rumus Stress

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุนููŠุดูŽุฉู‹ ุถูŽู†ู’ูƒู‹ุง…

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit.”

Surat Thoha, Ayat 124

Hadapi, Hayati, Nikmati!

Begitu banyak cara Alloh untuk menggugurkan dosa-dosa hamba-Nya

Soalnya kalo gak gitu, rada jarang kita beristighfar, walaupun sambil mengelus dada

Coba kembalikan semua kepada-Nya, da gak ada yang gak beres

Jangan ngandelin diri sendiri, kalian gak bakalan kuat, dan jangan so kuat. Berat, jendral…

Karenanya kita diajarkan do’a ini;

ูŠูŽุง ุญูŽูŠู‘ู ูŠูŽุง ู‚ูŽูŠู‘ููˆู’ู…ู ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบููŠู’ุซูุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠู’ ุดูŽุฃู’ู†ููŠู’ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽูƒูู„ู’ู†ููŠู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุทูŽุฑู’ููŽุฉูŽ ุนูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง

“Wahai Robb Yang Maha Hidup, wahai Robb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanyaโ€

Kita tidak disuruh berjuang sendirian, libatkan Alloh dalah setiap urusan. Sisanya, hadapi, hayati, nikmati!

Gudlak, ti emang ๐Ÿ˜Ž

Kita Ini Cerdas, Asal Tahu Rahasianya

cerdas

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฒูŽูƒู‘ูŽุงู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฎูŽุงุจูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุณู‘ูŽุงู‡ูŽุง

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (Asy-Syams, Ayat 9 – 10)

Contoh real-nya, bisa kita perhatikan anak-anak, atau kita saja disaat kanak-kanak. Betapa cepat di masa itu kita menangkap ilmu, atau anak-anak dalam menyerap semuanya.

Why? Karena di usia anak-anak, siapapun dalam keadaan bersih, polos, fresh… Belum ada dosa. Sehingga sensitivitas hati dan akalnya begitu luar biasa.

Berbeda dengan siapapun di usia dewasa, yang telah melakukan berbagai macam dosa, sehingga hati dan akalnya mulai mati rasa. Tak lagi peka terhadap ilmu dan kebenaran.

Bukan masalah otak kita yang tak lagi memiliki kemampuan, tapi ini jelas pengaruh virus-virus kemaksiatan. Virus yang merongrong hati dan pikiran, sehingga keduanya tak lagi berjalan. Sebagaimana mestinya.

Kita ini cerdas, otak kita masih memiliki banyak kapasitas. Konon, orang sekaliber Einstein saja, baru memaksimalkan kemampuan otaknya tidak lebih dari 20 persen. Apalagi kita, yang IQ-nya jauh dibawah ‘jenatna’ Einstein, tentu masih tersisa banyak ‘space’ yang bisa kita gunakan. Bayangkan dari trilyunan sel otak. Menurut penelitian terbaru, bahwa otak manusia memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau sama dengan 10 juta gigabyte. Katanya itu setara dengan internet saat ini.

Lalu apa lagi yang menghalagi kita dari ilmu dan kebaikan kalau bukan dosa dan kemaksiatan?

Jadi inget perkataanya guru Imam Syafi’i, Waqi’ ibn Al Jarroh Rohimahumulloh, “Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Alloh tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.โ€

Wallohu ta’ala a’lam

Jangan Hawatirkan Rezeki

rezeki

Kalem… Gak usah tegang…
Terutama bapa2, selow…

ุงู„ุฑุฒู‚ ู…ู† ุงู„ู„ู‡

Semua sudah dibagi dengan kadarnya masing2, jadi gak perlu takut gak kebagian rezeki. Tugas kita hanyalah menjemputnya, bukan menghawatirkannya…

Sedikit atau banyak, itu sama-sama ujian… yang dengannya, hal terpenting adalah bisa mengingat Alloh dalam setiap keadaan. Jatahnya dikit, sabar…
dikasih banyak, syukur…
kalo sudah cukup, mau apalagi

Selama kuota di dunia ini belum habis, Alloh Tidak mungkin membiarkan hamba-Nya mati kelaparan

Masalah rezeki, jemput saja dengan cara yang disukai pemiliknya. Dalam rangka beribadah, menjadi jalan kedekatan dengan-Nya. Urusan hasil, kita percayakan kepada seadil-adil dan sebaik-baik pemberi balasan, Alloh azza wa jalla

Masih Bingung Ngasih Judul, Tar Diedit Lagi

#2019gantipresiden Vs #2019tetapjokowi

Saya sih netral…

Kalau ada yang lebih baik dari jokowi, ya ganti! Demi kemaslahatan bangsa.

Terus kalau jokowi nanti bisa lebih baik dari periode sekarang, ya kenapa tidak?

Saya harap sih jokowi bisa lebih baik!

Lebih baik diganti, maksudnya… ๐Ÿ˜‰

Pengalaman itu guru paling baik, brader… Terus kita masih gak mau ngambil pelajaran darinya?

Pengalaman buat rakyat, maksudnya.

Jokowi hanya manusia biasa, yang saya yakin masih banyak yang lebih baik (berkapasitas) dari anak-anak negeri ini yang bisa menggantikan posisinya. Bukankah di atas langit masih ada langit?

Jadi, saat ini tugas rakyat (kita) adalah mencari dan mengganti pemimpin dengan yang lebih baik. Lebih kompeten untuk mengelola negeri ini. Pasti ada, selagi kita terus mencoba dan tetap berusaha.

Jangan sampai rasa bencimu kepada seseorang membuatmu bertindak tidak adil, juga sebaliknya.

Yang tidak setuju jangan sampai berlebihan, juga yang setuju jangan sampai cinta buta. Sehingga menghalakan segala cara.

Nulis kayak gini bukan atas dasar mau ikut-ikutan masalah politik ya… Tadinya juga cuma pengen bikin status biasa, eh seperti biasa, kepanjangan. Malah jadi kayak artikel.

Saya sebenarnya udah rada malas sama yang namanya politik.

Secara, katanya dalam politik itu, there are no permanent friends or enemies, only permanent interests.

Tidak ada kawan atau lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi.

Saya sih lebih tertarik dengan istilah dakwah, demi kemaslahatan umat. Dengan kaidah menghindari kemudhorotan yang lebih besar daripada kebaikan yang sedikit.

Mendengar dan membaca untuk mendapat inspirasi, berbicara dan menulis untuk berbagi inspirasi, dan bertindak untuk menginspirasi